kategori: unik, fakta, | tgl: 25 Jun 2019

7 Fakta Menarik Tentang Kondisi Ekonomi Korea Utara


Korea Utara merupakan negara tertutup dengan jumlah penduduk 25 juta jiwa yang saat ini dipimpin oleh seorang diktaktor bernama Kim Jong Un. Hampir segala hal yang berkaitan dengan luar negeri, terutama yang menyangkut demokrasi, tidak diperbolehkan di Korea Utara. Karena keadaan tertutup itu, negeri ini memiliki ekonomi yang morat-marit.

Memang tidak pernah tau secara pasti kondisi disana karena tertutupnya informasi, namun dari gambaran sekilas dari berbagai media mainstream, kita sudah dapat memprediksi mengenai keadaan ekonominya.

Berikut ini adalah rangkuman 7 fakta menarik mengenai keadaan ekonomi Korea Utara.

1. Kemungkinan Besar Negara Ini Memiliki Cadangan Mineral Berharga Senilai Triliunan Dollar AS

Menurut salah satu perusahaan penambang mineral berharga, Korea Utara berlokasi di daerah yang kaya akan mineral. Diperkirakan nilai dari keseluruhan sumber daya alam mineral yang bisa ditambang sebesar 6 triliun hingga 10 triliun Dollar AS.

Deposit mineral ini kemungkinan bisa terdiri dari puluhan hingga ratusan, termasuk logam berharga dan logam umum seperti besi, tembaga, seng, grafit, perak, hingga emas. Menurut prediksi juga, banyak logam langka yang sangat dibutuhkan untuk pembuatan smartphone di China maupun di Korea.

Namun hampir semua tambang mineral yang beroperasi di Korea Utara tidak melakukan penambangan dengan efisien, selain itu juga penambangan pribadi bersifat ilegal, jadi bisnis tambang mineral di negara ini juga tidak berkembang.

2. Lebih Dari Empat Puluh Persen Penduduknya Kekurangan Gizi

Sejak tahun 1990-an sudah jutaan orang meninggal karena kelaparan di Korea Utara, walaupun jumlahnya sudah berkurang sejak tahun 2000. Namun menurut penelitian Global Hunger Index, justru jumlah penduduk yang mengalami kekurangan gizi di negara ini meningkat persentasinya terus pada tahun 2018.

Ya iyalah, sobat bisnis. Negara ini kebanyakan pengeluarannya ditujukan untuk militer, jelas aja rakyatnya sengsara.

3. Kim Jong Il Membelanjakan Hampir Rp 12 Milyar Hanya Untuk Minuman Keras

Sementara rakyatnya sengsara dan pada mampus konyol satu per satu, pemimpinnya foya-foya. Inilah yang terjadi di negara Korea Utara.

Mantan pemimpin tertinggi Korea Utara, almarhum Kim Jong Il, membelanjakan hampir Rp 12 milyar tiap tahunnya untuk membeli minuman keras kesukaannya, yaitu cognag dengan merk Hennessy.

Harga minuman keras ini per botolnya mencapai Rp 8 juta - Rp 9 jutaan, harga yang sangat tidak terjangkau untuk jutaan rakyat Korea Utara karena penghasilan per tahunnya cuma berkisar antara Rp 14 jutaan sampai dengan Rp 28 jutaan. PER TAHUN, sodara-sodara!

4. Hampir Tidak Ada Pengguna Internet Di Korea Utara

Karena Korea Utara merupakan negara yang tertutup, tidak ada akses internet yang dapat digunakan oleh penduduknya. Hanya ada satu server di negara tersebut dan hampir tidak ada yang mengaksesnya.

Di sana hanya ada intranet yang bernama Kwangmyong, sebuah jaringan informasi digital yang dikontrol oleh pemerintah. Tidak ada biaya apapun untuk mengakses jaringan ini, hanya saja website yang bisa dikunjungi terbatas dan disensor oleh pemerintah.

Menurut laporan beberapa jurnalis terkemuka, hanya orang Korea Utara yang memiliki jabatan politik penting (beserta keluarganya), pelajar di universitas elite dan orang-orang yang bekerja pada departemen cyber saja yang dapat mengakses internet.

5. Hacker Korea Utara Telah Mencuri Uang Digital Dengan Total Setidaknya Rp 9 Triliun

Menurut Departemen Keamanan PBB, ada hacker-hacker Korea Utara yang telah mencuri setidaknya Rp 9 triliun mata uang digital lewat internet. Beberapa kasus besar yang pernah disorot media antara lain:

Ada yang bilang hacker-hacker ini memang dipelihara oleh pemerintah Korea Utara untuk melakukan pencurian disana-sini.

6. Korea Utara Diperkirakan Menghasilkan Rp 715 Milyar Dari Bisnis Ilegal

Tidak hanya hacking, pemerintah Korea Utara juga kemungkinan mendapatkan uang besar dari bisnis penjualan narkoba dan pemalsuan mata uang. Tentu saja hal ini dibantah oleh pemerintahan Korea Utara, namun Dewan Keamanan PBB memiliki indikasi kuat bahwa aktifitas ilegal Korea Utara ini mendukung pemerintahan dan gaya hidup Kim Jong Un.

7. Harus Bayar Rp 150 Juta - Rp 450 Juta Untuk Bisa Kabur Dari Korea Utara

Tersiksa sebagai warga negara yang nggak diperhatikan? Mau kabur dari negara ini? Nggak semudah itu, ferguso.

Sejak Kim Jong Un memerintah Korea Utara pada akhir tahun 2011, kabur dari Korea Utara menjadi sangat-sangat sulit dan membutuhkan biaya yang sangat besar.

Menurut salah satu media yang mewawancarai orang yang telah berhasil kabur dari Korea Utara, dibutuhkan setidaknya Rp 180 jutaan hanya untuk membayar agen yang menjaminnya. Angka ini bisa membengkak hingga Rp 450 jutaan, sedangkan pada tahun 2000an, untuk kabur dari Korea Utara diperkirakan hanya membutuhkan uang Rp 700 ribuan.

Dengan membayar pun bukan berarti tidak ada resiko yang terjadi selama perjalanan, bisa saja orang yang kabur tersebut tertangkap, dibunuh, dirampok, diperkosa, dll.

Biasanya hanya orang yang telah memiliki sanak saudara di Korea Selatan sajalah yang dapat membantu saudaranya di Korea Utara untuk kabur dari perbatasan negara diktaktor itu.

Untung kita semua tinggal di Indonesia ya sob. Bersyukur deh.



Artikel Yang Berkaitan


Tagar: #fakta unik #fakta menarik #ekonomi korea utara #fakta korea utara