24 Mar 2016

Cara Memilih Niche Blog Untuk AdSense


Niche mungkin terdengar asing buat anda yang baru saja mulai blogging. Secara singkat, niche itu seperti topik utama. Jadi misalkan anda ingin memiliki blog dengan niche “Jual AC” maka anda harus mengisi blog tersebut dengan artikel-artikel yang berkaitan dengan AC. Misalkan saja, judul artikel yang akan anda isikan untuk blog dengan niche “jual AC”: Tips Membeli AC Split Untuk Kamar Tidur Anda, Kelebihan AC Inverter Dibandingkan Dengan AC Konvensional, Perlukah Isi Ulang Freon AC Atau Tambah Freon AC? dan sebagainya. Buat orang-orang yang sering berkecimpung di dunia PPC, niche ini bentuknya seperti keyword yang ditargetkan. Pada saat akan membangun blog bisnis online yang digunakan untuk mencari uang lewat AdSense, proses pemilihan niche sebelum mulai blogging adalah hal yang wajib menurut saya.

Mengapa Memilih Niche Merupakan Sesuatu Yang Penting?

Sebelum memulai bikin blog, pemilihan niche memiliki peranan yang kedepannya akan menentukan seberapa besar penghasilan anda. Blog dengan niche yang spesifik cenderung lebih mudah untuk mendapatkan reputasi yang baik ketimbang blog yang mengulas banyak hal (blog gado-gado). Selain itu pemilihan niche juga berkaitan dengan skill menulis anda. Kalo anda mengerti banyak hal mengenai otomotif, tentu saja anda akan lebih pilih membuat blog dengan topik otomotif ketimbang menulis mengenai fashion bukan? Jadi pemilihan niche berpengaruh terhadap endurance (daya tahan) anda untuk tetap mengisi konten blog dengan konsisten. Perawatan blog akan lebih mudah jika anda menulis 1 hal spesifik yang anda mengerti dengan baik.

Niche Dan Penghasilan Blog

Ketika anda sudah menentukan sebuah niche untuk blog dan mulai membangun blog bisnis online tersebut, mungkin saja akan ada orang bilang bahwa niche yang anda pilih salah. Mungkin juga dia akan bilang bahwa niche blog anda hanya akan menghasilkan uang yang sedikit dari AdSense. Bisa saja benar, karena para pemasang iklan AdSense (advertisers) belum tentu berlomba-lomba memasang iklan pada keyword yang sesuai dengan niche yang anda pilih. Mengapa niche dapat berpengaruh langsung pada penghasilan AdSense sebuah blog? Berikut ini faktor-faktor penyebabnya: 1. Jumlah pemasang iklan berbeda untuk setiap niche Para pemasang iklan tentu saja menginginkan iklannya tampil pada blog yang paling relevan dengan bisnisnya. Bagaimana jika anda memilih niche dimana hanya sedikit perusahaan/bisnis yang ingin memasang iklannya? Tentu saja potensi penghasilan anda akan kecil. 2. Biaya per klik untuk setiap iklan yang tampil dapat berbeda antara niche A dan niche B Harga per klik untuk iklan di blog bisnis akan berbeda dengan harga iklan AdSense di blog traveling. Semakin besar harga per klik untuk niche pilihan anda, maka potensi pendapatan anda tentunya akan semakin besar. 3. Hasil pencarian per bulan untuk niche ada yang tinggi dan ada yang rendah Semakin banyak niche pilihan anda dicari di google setiap bulannya, maka semakin bagus peluangnya bagi anda untuk mendapatkan pengunjung. Hal ini berarti menandakan minat masyarakat akan niche yang anda pilih tinggi. Tapi biasanya semakin mudah niche, maka tingkat persaingan di niche tersebut juga semkain tinggi. 4. Tingkat kompetisi untuk setiap niche berbeda-beda Bila anda mengulas niche seperti tutorial komputer, tentu saja tingkat kompetisinya akan berbeda ketika anda mengulas niche bisnis. Semakin sulit tingkat kompetisi niche, anda juga tentu akan semakin sulit mendapatkan calon pengunjung organik dari hasil pencarian search engine. Karena itu potensi penghasilan anda juga dipengaruhi seberapa banyak dan kuat kompetitor anda.

Memilih Niche Untuk Blogger Pemula

Langsung saja pilih satu topik yang anda suka, tidak perlu mendengarkan saran orang lain. Karena blogger pemula cenderung untuk sulit menulis, jadi perlu rasa suka pada topik yang akan ditulis agar kegiatan blogging tidak membuat frustrasi di depan. Apabila dipersulit lagi, besar kemungkinannya blogger akan merasa jenuh atau bahkan berhenti untuk mengisi blog AdSense sebelum sukses mendapatkan pembayaran dari Google AdSense. Seiring waktu, sambil memperdalam cara membuat konten yang menarik, anda dapat terus mengisi blog AdSense anda dengan artikel-artikel di bidang yang anda sukai. Contohnya, bila anda menyukai bidang game, buatlah blog dengan topik game yang anda sukai. Anda dapat mengulas tips bermain game, panduan game, sampai cheat game di blog anda. Blogging akan terasa sangat enteng dan bahkan menyenangkan apabila anda menyukai bidang yang anda tuliskan. Anda tidak perlu menjadi seorang yang ahli untuk membahas bidang yang anda suka. Anda hanya perlu memiliki pengetahuan yang luas di bidang tersebut untuk mulai mengulasnya di blog anda. Atau malah anda dapat mempelajari topik yang anda inginkan dari sumber lain lalu kemudian menuliskan artikel mengenai topik tersebut dengan bahasa anda sendiri di blog. Dengan begitu kemampuan menulis anda juga akan meningkat dari waktu ke waktu.

Tips Memilih Niche Untuk Blog AdSense

1.  Pilihlah niche yang sedang trend Biasanya dengan kemunculan sebuah produk atau teknologi baru, ada peluang untuk menggarap niche baru di seputar produk tersebut. Misalnya saja pada awal era smartphone dimana Apple mengeluarkan iPhone model pertamanya, mengulas seluk beluk iPhone di blog anda akan menjadi topik yang sangat diminati dan tentunya berpotensi besar untuk menghasilkan pendapatan dari iklan yang signifikan. Kenapa? Karena para pengiklan akan mulai berbondong-bondong memasang iklan mengenai smartphone, banyak orang juga akan mencari informasi mengenai smartphone. Jika blog anda berisi informasi tentang smartphone yang sedang banyak dicari orang pada saat itu, maka peluang untuk mendapatkan traffic dan klik iklan akan lebih besar pada saat adanya tren. 2. Pilihlah niche yang dapat dikomersialkan Blogging untuk mendapatkan uang dari AdSense berbeda dengan blogging untuk kebutuhan pribadi. Anda tidak dapat menuliskan tentang topik kegalauan hati anda atau curhat pribadi di blog jika anda menginginkan penghasilan dari iklan AdSense. Kenapa? Karena para pengiklan tentu saja mau iklannya tampil di topik yang berkaitan dengan bisnis mereka. Jika anda menuliskan hal-hal pribadi di blog anda yang tidak berkaitan dengan bisnis apapun, maka kemungkinan penghasilan dari iklan anda akan sangat kecil. Boro-boro mendapatkan uang dari iklan AdSense, untuk mendaftar AdSense memakai blog yang isinya curhat saja anda tidak akan diterima. Bahas topik yang kira-kira bisa dijadikan bisnis atau topik dimana ada pebisnis yang mau mengiklankan bisnisnya. Contoh: Toko A menjual pakan ternak dan anda tau bahwa Toko A memasang iklan Google Adwords. Maka anda dapat memilih niche mengenai peternakan. 3. Usahakan untuk memiliki kelebihan pada blog anda Dimana ada peluang usaha, biasanya disitu juga akan banyak persaingan usaha. Hal ini juga berlaku di dunia blogging. Pada setiap niche, baik itu yang sedang tren maupun yang tidak, anda pasti akan menemui pesaing-pesaing dengan blog pada niche yang sama juga. Masalahnya adalah bagaimana cara bertahan dari persaingan di niche yang sama. Jawabannya adalah dengan memberikan nilai lebih kepada para pembaca blog anda. Atau anda bisa juga menggali sub-topik secara lebih mendetail sehingga blog anda berisi informasi yang lebih berbobot dan membuat perbedaan di antara blog dengan niche serupa. Pada saat berkunjung ke sebuah blog, setiap orang biasanya sedang mencari informasi tertentu secara spesifik. Jika anda dapat memberikan informasi detail yang bermanfaat untuk para pengunjung, jangankan orang biasa, search engine juga akan lebih menyukai blog anda. Trik lainnya untuk memberikan nilai tambah pada blog antara lain:

Langkah-langkah Memilih Niche Untuk Blog AdSense

Biasanya saya memakai sebagian rumus 5W+1H untuk menentukan niche. 5W+1H adalah singkatan dari What, Who, Why, When, Where dan How. Dengan 6 pertanyaan yang sederhana ini anda akan dibantu untuk menemukan niche yang tepat bagi blog anda. Seringkali saya tidak menggunakan semua rumus ini (biasanya hanya 3 saja) karena saya rasa tidak selalu dibutuhkan secara menyeluruh. 1. What. Jelaskan APA tujuan blog anda Anda harus tau persis sebelum membuat blog, nilai (value) apa yang dapat anda tawarkan untuk pembaca. Misalkan blog anda bertujuan untuk menawarkan produk fashion, maka niche yang anda pilih bisa jadi: toko baju, butik, grosir baju dll. Contoh lain jika anda ingin memberikan info kuliner, niche yang dapat dipilih seperti: wisata kuliner, review restoran, resep masakan, dll. 2. Who. Rencanakan siapa target audience atau pengunjung blog anda Ada lumayan banyak faktor yang dapat anda pertimbangkan mengenai target audience blog anda. Mulai dari usia, gender (jenis kelamin), bahasa, tingkat ekonomi, dll. Untuk gender pria maka niche di bidang fashion yang dapat jadi pilhan adalah: toko baju kerja pria, toko baju pria, toko baju koko, dll. Jika mempertimbangkan faktor usia, maka niche fashionnya bisa menjadi: toko baju anak, toko baju remaja, jual baju abg, dll. Dengan memiliki gambaran pengunjung anda, gaya bahasa pada konten blog anda juga dapat disesuaikan. Anda juga dapat menerka-nerka teknik penulisan apa yang paling cocok untuk membuat mereka betah. 3. Why. Jelaskan mengapa blog anda layak untuk dibaca dan dibookmark Setelah melewati dua proses diatas, anda harus bisa meyakinkan pengunjung anda bahwa blog bisnis anda merupakan jawaban atas kebutuhan informasi mereka. Kira-kira bentuk niche dengan pertimbangan ini menjadi: toko baju anak branded, toko baju wanita branded, distributor AC murah, info kuliner terupdate, info harga smartphone termurah. 4. Where (Optional). Masukkan informasi lokasi pada niche yang anda pilih. Jika anda menyasar target pengunjung blog yang membutuhkan info untuk daerah tertentu, anda dapat menggabungkan kriteria lokasi pada niche anda. Misalnya: daftar lokasi wisata kuliner Semarang, Review resto kaki lima Jakarta Barat, distributor kaos polos Tangerang, dll. 5. When (Optional). Masukkan informasi waktu pada niche yang anda pilih Mungkin niche dengan kriteria waktu cocok untuk konten-konten yang berkaitan untuk event tertentu. Seperti Djakarta Warehouse Project misalnya. Pada saat membuat konten untuk mempromosikan event ini, blogger yang baik pasti menyertakan tanggal eventnya di judul blog agar lebih diingat oleh pengunjung. Contoh: Indocomtech 2016, IIMS 2016, IFRA Mei 2016 dll. 6. How (Optional). Bagaimana blog anda dapat menarik perhatian pengunjung. Untuk mengetahui niche yang paling menarik perhatian, anda perlu melakukan riset keyword. Fungsi dari riset keyword ini adalah mengetahui trend untuk niche yang akan anda pilih. Diatas telah saya sebutkan bahwa semakin banyak orang yang mencari niche anda di search engine maka peluang anda akan semakin besar untuk mendapatkan banyak pengunjung. Topik riset keyword sepertinya agak luas dan akan saya jelaskan di posting lainnya. Bagi anda yang ingin melihat langsung alat untuk riset keyword, silahkan login ke akun Google Adwords anda dan klik pada Tools > Keyword Planner.



Artikel Yang Berkaitan


Tagar: #bisnis online #cara memilih niche #Tips #tips bisnis online #tips blogging #tips memilih niche #tutorial blogging