14 Jul 2017

Kelemahan/Kekurangan Pada Model Bisnis Franchise


Bisnis7.com - Kelemahan dalam bisnis franchise, Bisnis franchise merupakan jaringan usaha kerja sama mitra yang trend dikalangan para pelaku bisnis. Semua para pelaku bisnis yang memiliki modal yang cukup besar akan lebih memilih bisnis franchise ketimbang memulai usaha bisnis dari nol. Sulitnya membangun usaha dari nol memang sedikit mempengaruhi perkembangan bisnis Anda apalagi diharuskan bersaing dengan merk-merk dagang yang sudah meemiliki nama besar. Tentunya sudah semakin ketat persaingan bisnis ini. Maka dari itulah yang mungkin menjadikan alasan kuat para pelaku bisnis franchise, adalah mereka hanya perlu melakukan sistem perdagangan yang sudah ditetapkan franchisor. Selain itu produk atau brand yang dijalankan adalah brand atau merk dagang yang sudah ternama, mereka tidak perlu lagi pusing mengenai prospek kedepannya. Namun dibalik semua kelebihan bisnis franchise, tahukah Anda bahwa terdapat beberapa kelemahan didalamnya. Dibawah ini berikut kami jelaskan kepada Anda.

Kelemahan dalam bisnis franchise

  1. Terikat peraturan yang ditetapkan oleh pihak franchisor

Seperti yang sudah kami jelaskan pada pembahasan lalu “Pengertian dan Penjelasan Lengkap Seputar Bisnis Franchise”. Bahwa setiap kegiatan bisnis yang masih menggunakan nama brand (merek) dagang franchisor maka bisnis tersebut adalah masih dalam pengawasan sepenuhnya diatur oleh franchisor.

  1. Modal awal yang terlalu besar

Dalam berbisnis apapun memang “modal” selalu menjadi pembicaraan utama. Namun bagaimana jika modal awal suatu usaha franchise terlalu besar ? Belum lagi kita  menyiapkan dana sewa tempat. Ditambah jiks kita harus mendanai biaya renovasi tempat, pasti akan habis modal banyak. Maka dari itu jika modal kita masih pas-pasan lebih baik urungkan dulu niat Anda untuk usaha berbisnis franchise.

  1. Reputasi franchisor yang sepenuhnya harus dijaga

Kekurangan selanjutnya pada bisnis franchise adalah soal reputasi pihak franchisor. Disini sangat berdampak pada bisnis yang Anda kelola apabila Anda melakukan kesalahan, dan parahnya lagi jika suatu pihak dari waralaba lain juga melakukan kesalahan sehingga mengakibatkan rusaknya reputasi franchisor,  maka hal ini juga akan dapat mempengaruhi franchise (waralaba) yang anda kelola. Sangat beresiko memang, namun itulah bisnis franchise, selagi Anda mengelola masih mengatasnamakan merk dagang (brand) franchisor.

  1. Terikat dengan supplier

Didalam bisnis waralaba (franchise) yang Anda kelola, agar dapat mendapatkan sebuah keuntungan yang mencukupi, Salah satu caranya yaitu mencari supplier barang atau bahan baku yang murah. Pada setiap jenis usaha franchise yang namanya pihak pemasok (supplier) barang pun telah ditentukan oleh pihak franchisor. Tentu ini sangat membatasi  Anda dalam memilih serta menentukan ulang supplier yang lebih murah.

  1. Biaya royalti

Didalam berbisnis franchise (waralaba), Anda sebagau pembeli waralaba di haruskan untuk membayar biaya royalti dari sejumlah keuntungan yang didapatkan dari waralaba yang Anda kelola. Sebenarnya itu cukup adil, karena kita menggunakan nama brand franchisor. Tapi dalam perihal membayar royalti sangat berat dilakukan, jika saja keuntungan yang Anda apatkan sedikit. Perhitunganya seperti ini ; jumlah keuntungan dipotong biaya royalti sesuai perjanjian diawal kerja sama.   – Itulah penjelasan mengenai kelemahan dalam berbisnis franchise, namun ada baiknya Anda untuk lebih teliti dalam memulai suatu usaha bisnis. Tidak ada hal yang terbebas dari resiko, namun jangan lupa juga untuk tetap memposisikan aman Anda untuk terjun ke dalam dunia bisnis.



Artikel Yang Berkaitan


Tagar: #bisnis franchise #Tips #tips bisnis franchise