06 Jul 2017

Panduan Menjalankan Peluang Usaha Kuliner Sambal Setan


Hal-hal yang anda butuhkan:

Persiapan sebelum berjualan: 1. Siapkan nasi/nasi uduk, pastikan banyaknya nasi sesuai dengan target penjualan anda. Karena nasi hanya dapat bertahan sehari saja dan tidak bisa dijual kembali besok. Lebih baik kurang daripada kelebihan. 2. Siapkan bahan-bahan untuk sambal, bumbui ikan basah (lele, nila, maupun ikan kembung) dan ayam. Takar ikan asin dalam potongan yang seragam agar anda dapat dengan mudah memberikan harga. Untuk ikan asin anda dapat menyiapkan lebih banyak stok untuk ditawarkan pada pembeli karena ikan asin dapat bertahan agak lama (jika tidak laku hari itu pun dapat dijual kembali besok). Pada tahap ini, apabila anda bertindak sebagai pengawas, maka takar dan hitunglah semua bahan yang akan dijual pada hari itu untuk masing-masing jenis lauk dan jumlah porsi nasi. Setelah selesai berjualan, tugas anda untuk menghitung kembali total penjualan dan mengecek sisa barang yang tidak terjual. 3. Pastikan minyak goreng dan gas tersedia dalam jumlah yang cukup. 4. Siapkan air minum, bahan minuman dan es. 5. Susun lauk pauk di nampan dengan rapi dan dijejerkan agar mudah dipilih oleh pembeli. 6. Bersihkan meja, kursi dan lantai tempat usaha anda. Faktor kebersihan ruang makan sangat berpengaruh terhadap omzet bisnis kuliner. Pengaturan posisi meja makan, kasir dan tempat penggorengan: Di beberapa gerai sambal setan saya melihat ada yang menggunakan kursi panjang yang memaksa penggunanya untuk duduk berbarengan. Posisi meja pun dibentuk menjadi letter U yang bertujuan untuk menggunakan ruang se-efisien mungkin. Padahal ini saya rasa sangat tidak nyaman bagi konsumen yang ingin makan di tempat. Untuk pemilihan meja, saya menyarankan untuk memakai meja sederhana persegi panjang yang disusun sederhana di sudut kiri dan kanan ruang sehingga menyisakan ruang tengah untuk lalu lalang. Mengapa saya rasa ini lebih baik dibandingkan kursi panjang dan meja panjang? Ruang makan akan terasa lebih besar dan juga posisi duduk pembeli akan lebih nyaman. Jika anda tetap terpaksa menggunakan meja panjang yang menempel di sisi tembok, setidaknya berikanlah kursi satuan, jangan menggunakan kursi panjang yang akan mengurangi kenyamanan pembeli pada saat ada pembeli lain yang ingin makan. Mengenai posisi penggorengan dan kompor juga sangat penting untuk diperhatikan karena hawa panas yang ditimbulkan dari kompor bisa sangat mengganggu para pembeli apabila penempatannya salah. Kunci dari penempatan kompor yang tepat adalah dengan mengatur sirkulasi udara di sekitar kompor. Ada baiknya memakaikan sekat khusus di sekitar area penggorengan untuk mengurangi hawa panas yang keluar atau anda juga dapat menggunakan kipas exhaust di atas kompor untuk menyedot hawa panas dan membuangnya jauh dari lokasi makan. Pilih posisi kompor di depan atau di dalam ruang? Lebih baik diluar, karena hawa panas yang ditimbulkan akan lebih mudah dialihkan oleh sirkulasi udara bebas yang dibantu dengan sekat maupun kipas. Selain itu juga aroma harum lauk yang ditimbulkan pada saat menggoreng akan menjadi sarana marketing tersendiri.



Artikel Yang Berkaitan


Tagar: #bisnis kuliner #panduan bisnis #panduan bisnis kuliner #Tips