06 Jan 2017

Tips Usaha Bubur Ayam Bagi Anda Yang Ingin Mencoba Wirausaha


Jenis usaha kuliner berjualan bubur ayam ini termasuk ke dalam kategori usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sehingga bagi anda yang ingin mencoba berjualan dapat memulai dengan modal yang relatif kecil.

Selain kemudahan pada modal awal yang relatif kecil, usaha berjualan bubur ayam ini dinilai cocok bagi anda yang baru ingin mencoba usaha sendiri karena tidak membutuhkan skill yang spesifik maupun pengalaman yang mendalam.

Anda hanya perlu untuk berlatih membuat bubur ayam dengan tekstur dan rasa yang dapat diterima oleh banyak orang.

Selain itu juga dikarenakan bubur ayam populer sebagai menu sarapan, anda juga harus bangun pagi-pagi atau bahkan subuh untuk menyiapkan bahan-bahannya terlebih dulu. Berikut ini adalah beberapa tips bagi anda yang ingin mencoba berjualan bubur ayam.

Baca juga: Tips Usaha Mie Ayam, Bagaimana Caranya Biar Bisa Ramai Pengunjung?

1. Latihan bangun pagi

Salah satu hal menarik dari bisnis bubur ayam adalah jam kerja yang menuntut disiplin anda dalam hal bangun pagi.

Karena pembeli bubur ayam sebagian besar akan membeli pada waktu pagi, walaupun ada juga yang ingin membeli pada waktu malam hari.

Sebelum terjun untuk memulai usaha ini, tentu saja anda harus memastikan bahwa anda terbiasa untuk bangun pagi-pagi. 

Untuk itu, tidak ada salahnya untuk berlatih terlebih dulu hingga anda terbiasa bangun pagi.

Hal ini tentu tidak menjadi keharusan apabila anda ingin berjualan bubur ayam pada malam hari.

Namun anda perlu melakukan percobaan terlebih dulu dan membandingkan omzet penjualan pada saat anda berjualan pagi hari dan malam hari.

Apabila anda merasa berjualan bubur ayam di malam hari lebih menguntungkan, maka anda tidak perlu bangun pagi-pagi untuk persiapan berjualan.

Anda dapat menggunakan waktu di pagi hari untuk membeli dan menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk berjualan.

2. Pemilihan Lokasi

Bubur merupakan makanan yang tergolong ringan dan tidak membuat perut terbebani.

Biasanya bubur cocok untuk dikonsumsi oleh orang yang sedang sakit maupun untuk sarapan.

Karena itu jika bisa pilihlah lokasi yang berdekatan dengan rumah sakit atau klinik maupun tempat-tempat yang dekat dengan pusat bisnis maupun sekolah/kampus.

Saat ini kondisi gaya hidup di perkotaan yang sibuk membuat banyak orang tidak dapat menyiapkan sarapannya sendiri, sehingga anda dengan berjualan di lokasi yang berdekatan dengan pusat bisnis, anda mendapatkan peluang lebih besar untuk menggaet pembeli.

Pada lokasi usaha yang dekat dengan rumah sakit atau klinik, biasanya jam berjualan bubur ayam dapat lebih panjang karena adanya kemungkinan pembeli anda adalah keluarga dari pasien yang harus memakan makanan yang mudah dicerna.

Tipe pelanggan ini dapat saja membeli pada jam makan siang atau makan malam.

3. Fleksibilitas

Memilih lokasi usaha tentu saja berkaitan dengan modal awal yang anda miliki.

Bagus jika anda memiliki budget yang cukup untuk memilih lokasi strategis untuk disewa sebagai tempat usaha berjualan bubur ayam, namun apabila anda tidak punya cukup budget tenang dulu masih ada jalan lain yang dapat anda tempuh.

Dengan memilih jenis gerobak yang mobile anda juga dapat memulai usaha bubur ayam tanpa perlu mengeluarkan budget untuk menyewa lokasi usaha.

Belakangan ini para pelaku usaha bubur ayam juga telah memanfaatkan sepeda motor untuk berjualan bubur ayam.

Langkah ini dinilai sangat cerdas untuk mengakali kesulitan dalam hal lokasi usaha karena selainnya dapat menghemat, anda juga dapat menjemput bola dengan menjajakan bubur ayam langsung ke calon pembeli dimanapun.

Walaupun begitu, lokasi usaha merupakan elemen penting dalam bisnis apabila anda ingin mengembangkan usaha bubur ayam ini.

Dengan adanya lokasi usaha dan brand, usaha anda akan lebih dikenal dan memungkinkan anda untuk menerima lebih banyak pesanan.

4. Kualitas Bahan, Rasa Bubur Dan Waktu Penyajian

Dalam bisnis kuliner, rasa makanan yang ditawarkan merupakan kunci utama agar bisnis anda dapat maju.

Sebelum memulai usaha, sangat penting bagi anda untuk mengetahui sejauh mana bubur ayam racikan anda dapat diterima di lidah masyarakat.

Jangan takut untuk mencoba resep-resep dan bereksperimen sebelum anda terjun langsung ke dalam bisnis ini.

Anda juga dapat mencoba beberapa bubur ayam yang terlihat laris dan mencoba meniru rasanya dengan kreasi anda sendiri.

Jika dinilai sudah mantap dan anda sudah berani untuk berjualan, yang perlu anda perhatikan adalah konsistensi kualitas dan rasa bubur ayam pada tiap porsi yang anda jual.

Hal ini tidak mudah memang karena menuntut keuletan anda dalam menakar bumbu untuk tiap porsinya, namun lama-kelamaan anda pasti akan terbiasa juga.

Dalam pemilihan bahan-bahan untuk bubur juga anda perlu memberikan perhatian ekstra.

Jangan sampai anda menggunakan bahan yang dapat menurunkan kualitas rasa bubur yang anda jual. Jika memungkinkan, jalinlah kerjasama dengan supplier bahan-bahan bubur tersebut agar bisnis bubur ayam anda mendapatkan pasokan dalam jumlah yang diperlukan dan dengan kualitas yang baik.

Selain rasa, biasanya pembeli akan menilai anda dari kecepatan penyajian bubur yang anda jual.

Bila mereka mendapatkan bubur yang mereka pesan dalam waktu relatif cepat tentu saja pembeli akan merasa nyaman.

Untungnya, usaha bubur ayam memiliki kelebihan dibandingkan dengan usaha kuliner seperti mie ayam dalam waktu penyajian yang biasanya lebih cepat karena tidak butuh proses masak lagi.

Pada proses penyajian anda dapat lebih berkonsentrasi pada takaran bumbu dan pesanan khusus pembeli.



Artikel Yang Berkaitan


Tagar: #Tips #tips bisnis kuliner #usaha bubur ayam #usaha kuliner #bisnis kuliner #tips bisnis